"Pagi dunia!" teriakku ketika mataku sudah terbuka. Hari ini hari minggu yang indah. Udara sejuk dengan sapuan sinar matahari yang menyinari rumput dan pohon kecil. Ketika ku liat hpku ada sms dari Regan! Pesan itu berbunyi "Good morning manis! kecapekan banget ya kayaknya? abis tidur duluan bangun belakangan sih" Aku balas sms itu dengan sepenuh hati ku "Morning too ganteng. iyanih capek banget hehehe. Maaf ya :)" Setelah membalas sms itu aku bergegas mandi. "huh.. segarnya" kataku. Regan sudah membalas sms ku lagi "Masih capek ga? Jalan yuk.. " ajak Regan. Akhirnya kami membuat kesepakatan dimana kami akan bertemu yaitu cafe deket rumah. ngomong ngomong rumah kami tidak terlalu jauh loh.. hehehe. *jam 1siang* Aku sampai lebih dulu ditempat yang telah kami sepakati. pelayan cafepun menyapaku.
"Selamat datang, pesan apa mba?" tanya pelayan itu.
"Cappucino ya mba" jawabku sambil memberi senyum.
"Nunggu pacar ya mba?" ledek pelayan.
"mba bisa aja nih" jawabku. Lalu pelayan cafe itu pergi, sepertinya iya tau yang kutunggu telah datang hahaha. soalnya sesaat kemudian mataku ditutup.
"Regaan!" seruku. Dengan pedenya dia ketawa lalu duduk dikursi depanku, lalu berkata "Hai.. hehehehe maaf ya telat" Aku hanya tersenyum lalu mengangguk. "udah mesen?" tanya Regan. "udah kok" jawabku. Minumanku sampai, "mba yang tadi lagi nih" ucapku. lalu ia meledek aku dan Regan "aduh kalian cocok banget deh" aku dan Regan hanya tertawa. "masnya mau pesen apa?" tanya pelayan. "cappucino aja mba" kata Regan. pelayan itu kembali meledek kami "sehati banget sih kalian" aduk mba ini memang rese ya. mulailah perbincangan kami..
"Kemaren kamu kemana?" tanya Regan.
"Aku ke Saka re. kepana?" jawabku.
"ngapain? pantes kayaknya capek banget" jawabnya lagi.
sebelum aku menjawab minuman Regan datang. "makasih mba" kata Regan.
"main aja, abis bete dirumah terus hehehe" kataku.
"ooh.." Regan hanya menggangguk angguk.
~><><~
"hai ka.." sapa Regan.
"hai.." jawabku. *Regan duduk disebelahku.
"kamu sayang ga ka sama aku?" tanya Regan tiba tiba.
"kenapa re? tiba tiba kok nanya gitu?" tanyaku.
"nanya aja. emang ga boleh?" tanyanya lagi.
"beloh kok" jawabku.
"terus?"
"hah? terus apa?" tanyaku yang tidak mengerti.
"kamu sayang ga sama aku?"
"sayanglah.. Sayang banget malah." jawabku.
tiba tiba Regan menatap mataku. Aku bingung, ada apa dengan Regan Tuhan?
"Re.. kamu kenapa?" tanyaku.
Regan kaget, lalu mengatakan hal yang tidak pernah ingin ku dengar.
"ka... kita putus yaa"
seperti dibuang dari langit ke-7 rasanya.
"Re.." kataku saat mataku sudah mulai berkaca kaca.
"Maaf ka... kita ga bisa bareng terus. Kamu moveon ya dari aku. Aku gabisa liat kamu menderita karena aku."jelasnya.
"Regan... aku ga pernah menderita karena kamu" jawabku.
"maaf ka... gabisa" lalu Regan pergi.
Aku hanya diam terpaku dengan kenyataan yang pahit ini.
~><><~
"Reka! lo kenapa?" tanya Astri.
"gapapa as" jawabku, lalu aku pergi.
"Regan! Reka kenapa?" tanya Astri lagi.
"kita putus as" jawab Regan.
"hah? putus?! ga kalian boong kan! lo bohongkan gan?" kata astri tidak percaya.
"iya as.. beneran" jawqab Regan lalu pergi.
Astri mencariku untuk menanyakan kebenaran dari putusnya aku dengan Regan.
"ada yang liat Reka ga?" tanya astri pada anak anak di kelas.
ketika aku masuk kelas astri langsung menarikku.
"Reka! lo gaputuskan? lo bohongkan? Regan bohongkan? kalian bercandakan?" tanya astri tidak percaya.
air mataku sudah mengalir dengan deras, lalu aku memeluk astri.
"ia as gue putus.. gue putus as sama Regan. semua itu bener as.. bener!" jawabku dengan tangisan.
"siapa yang mutusin ka?" tanya astri melemah.
"Regan"
"bego!" kata astri.
~><><~
Cafe Coffe. tempat itu adalah tempat yang paling sering gue kunjungin sendiri ataupun sama Regan. Tapi belakangan ini gue enang jarang kesini karena Pr dan tugas yang numpuk kayak baju kotor itu. hft...
"mba?" sapa pelayang yang biasa.
"heh iya..." jawabku kaget.
"mau poesen apa? kok sendiri? mas Regan mana?" tanya pelayan.
"yang biasa ya mba. saya udah putus mba sama regan" jawabku.
"ooh... pantes mas Regan kalo kesini sendiri aja" aku terdiam kaget dengan kata kata yang dilontarkan pelayan cafe itu. hehehe jagan heran ya aku memang dekat dengan pelayan cafe disini. mungkin karena udah keseringan kesini kali ya hehehe.
"ini mba" kaya pelayan.
"makasih mba. oiya mba tadi kata mba Regan suka kesini?" tanyaku.
"iya tapi sendiri aja, duduk ditempat yang pertama kali kalian keisni berdua" jawab pelayan.
"disitu?" tanyaku sambil menunjuk suatu tempat.
"iya.. mbanya aja yang udah jarang kesini. itu mas Regan mba" kata pelayan.
aku kaget... Regan? gamungkin dia sering kesini.
"Regan" sapaku.
"Reka..." jawab Regan kaget.
"gue disini ya.." kata regan lagi.
"silahkan" kataku.
Regan masih sering kesini? dengan pesanan yang sama seperti pertama kali kami kesini. Andai kamu tau re aku masih sayang sama kamu.
"ka.. Reka..." panggil Regan.
"a iya re?" jawabku.
"kenapa? kok bengong" tanya regan.
"gapapa kok hehehe" jawabku.
~><><~
semenjak pertemuan itu aku dan Regan kembali dekat. tapi semua terasa asing semenjak munculnya Anca dan Gadis. Anca.. dia anak temen ibuku.. sedangkan Gadis... gebetan barunya Regan. Sampai dimana gue tau ternyata regan masih sayang "juga" sama gue. Tapi Anca? gimana dengan Anca?
disuatu hari Anca ngajak gue jalan, dan disitu gue ditembak sama Anca coyy. Anca sayng banget sama gue.. gue? gue juga sayang sama anca, tapi sayangnya rasa sayang gue ke anca ga sebesar sayang gue ke Regan. setelah aku berfikir dengan keras, aku memutuskan untuk menerima anca. Ternyata tidak lama setelah aku dan anca jadian Regan dam Gadis jadian juga! huh... kami sudahg sama sama ada yang punya... disuatu hari aku dan anca sedang dicafe yang biasa aku datangi dan tidak sengaja Regan dan gadis pun datang kecafe itu..
"Reka..." sapa Regan.
"eh... hai re" jawabku.
"pacarmu?" tanya Regan.
"iya hehehe.. Nca ini Regan. Re ini Anca" kataku.
Anca dan egan pun bersalaman.
"oiya dis ini Reka... Ka ini Gadis" kenal Regan.
Aku dan Gadispun bersalaman.
"gabung aja yuk" saran Anca.
"boleh... boleh..." kataku setuju.
~><><~
Anca sedang ada acara keluarga, tapi hpku bergetar."siapa yak?" tanyaku dalam hati. setelah aku mengambil hp nama yang muncul dilayar adalah... Regan! what? seriusnih regan? lalu aku pencet tombol hijau dihpku.
"halo regan" kataku.
"hai ka.."
"tumben nelefon. kenapa?" tanya ku.
"Anca pacar baru?"
"iya.. gadis juga?"
"iyaa" kata regan lalu terdiam.
"halo... kenapa ra?"
"ka... Aku masih sayang sama kamu. aku gabisa lupain kamu. aku bodoh ka pernah ninggalin kamu. aku nyesel ka" kata regan tanpa terputus.
"RE... aku udah punya Anca.. kamu udah punya gadis. kenapa kamu ngomong gitu re.. kamu nyakitin hati banyak orang." jawabku.
"kaa.. mau seberusaha apapun aku buat sayang kegadis sama kayak sayang aku kekamu. gabisa ka gabisa!"
"Regan... kamu nyakitin banyak orang, kamu nyakitin aku, gadis, bahkan anca re. mending kamu telefon gadis dih, kamu bilang ke dia. jangan aku re jangan." saranku.
"ka..."
"regan aku tau kamu masih sayang sama aku, aku juga masih sayang re sama kamu. tapi kita ga bisa buat kayak dulu lagi... anca sayang banget re sama aku.. gadis juga sayang banget kan ke kamu" potongku, lalu mematikan telefon.
Air mataku sudah takbisa kutahan lagi.
"Regan aku gaakan mungkin bisa sama kamu lagi karena anca dan gadis udah ada dihidup kita.
dan kita ga boleh egois. kita harus tetap senyum didepan mereka. Regan tolong sayangi gadis seperti kamu nyayangin aku. dan aku akan sayngi Anca seperti aku menyayangi kamu. dari: Reka." aku memutuskan untuk mengirinm pesan itu pada Regan.
Senin, 28 Januari 2013
Sabtu, 12 Januari 2013
Only a secret
Kamu adalah seseorang dihatiku
Tetapi,
Aku hanyalah seseorang yang tidak dapat kamu lihat
Tidak dapat kamu lihat dengan hatimu.
Aku hanyalah satu diantara beribu manusia yang kamu ketahui
Beribu manusia yang pernah kamu lihat.
Hanya satu dari seribu.
Aku hanya sebutir pasir dipantai.
Dari miliaran pasir disana.
Kecil? memang.
Tetapi aku yakin tidak akan ada seribu atau miliar
Kalau tidak ada aku...
Aku... Ya satu yang kecil
Mungkin aku hanya satu ombak
Dari banyaknya deburan ombak pantai
Tetapi aku dapat mendorong apapun
Apapun yang ada didepanku..
Yaitu...
Hatimu.
Karya: Eka Ayuningtias (@ekaatas)
Langganan:
Komentar (Atom)